Anoa
Bubalus quarlesi
Anoa adalah kerbau kerdil endemik Sulawesi sekaligus mamalia darat terbesar yang secara alami hidup di pulau tersebut. Tubuhnya menyerupai kerbau berukuran kecil, dengan sepasang tanduk pendek dan runcing. Anoa hidup di dalam hutan dan umumnya sulit ditemukan.
Deskripsi
Terdapat dua jenis anoa yang diakui:
- Anoa dataran rendah: Bubalus depressicornis
- Anoa pegunungan: Bubalus quarlesi
Anoa jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk. Tanduk anoa tumbuh relatif lurus ke belakang dan dapat digunakan untuk mempertahankan diri. Warna tubuhnya biasanya cokelat tua hingga hitam. Beberapa individu memiliki bercak putih pada bagian kaki, tenggorokan, atau wajah.
Anoa umumnya hidup sendiri atau berpasangan. Satwa ini cenderung pemalu dan menghindari kehadiran manusia, tetapi dapat menyerang menggunakan tanduknya apabila merasa terancam. Aktivitasnya lebih sering berlangsung pada pagi atau sore hari.
Makanannya berupa rumput, daun, pucuk tumbuhan, tumbuhan air, pakis, buah-buahan yang jatuh, dan kulit pohon. Anoa juga memerlukan sumber mineral alami dan dapat mendatangi mata air, kubangan, atau tanah yang mengandung garam.
Betina biasanya hanya melahirkan satu anak setelah masa kebuntingan sekitar sembilan sampai sepuluh bulan. Tingkat reproduksi yang rendah membuat populasinya sulit pulih dari perburuan. Ancaman utama terhadap anoa adalah perburuan untuk diambil daging dan tanduknya, pemasangan jerat, pembukaan hutan, pertambangan, serta fragmentasi habitat.
Penyebaran
Anoa merupakan satwa endemik Pulau Sulawesi dan Pulau Buton. Anoa dataran rendah umumnya menghuni hutan dataran rendah, hutan rawa, serta kawasan di sekitar sungai hingga ketinggian sekitar 1.000 meter. Anoa pegunungan lebih sering dikaitkan dengan hutan perbukitan dan pegunungan hingga sekitar 2.300 meter, meskipun batas habitat kedua jenis ini tidak selalu jelas.
Di Sulawesi Utara, anoa tercatat terutama di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Anoa juga pernah ditemukan di kawasan Tangkoko, tetapi populasinya mengalami penurunan sangat tajam dan keberadaannya saat ini di bagian timur laut Semenanjung Minahasa perlu dikonfirmasi melalui survei terbaru. Perburuan dan hilangnya hutan telah menyebabkan anoa menghilang dari sejumlah wilayah yang dahulu menjadi habitatnya.
Pembedaan anoa dataran rendah dan anoa pegunungan masih diperdebatkan karena bentuk tubuh, habitat, dan persebarannya dapat saling bertumpang tindih. Informasi konservasi dan persebarannya didukung oleh Mammal Review dan ESABII
