14 PROGRAM · SAHABAT FAUNA

Belajar, peduli,
bergerak bersama.

Program Ekskul Sahabat Fauna SMA Negeri 9 Manado untuk menumbuhkan pengetahuan, kepedulian terhadap hewan, dan persahabatan.

Program Sahabat Fauna

Empat belas gagasan kegiatan yang menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan pengalaman lapangan. Pelaksanaan, jadwal, dan kemitraan menyesuaikan persetujuan sekolah serta koordinasi dengan pihak terkait.

Ilustrasi siswa mengikuti sosialisasi klub fauna di ruang kelas.
Pengenalan

Sosialisasi tentang Ekskul Sahabat Fauna

Mengenal, peduli, lalu bergerak bersama.

Program pengenalan bagi siswa SMA Negeri 9 Manado untuk memahami tujuan, nilai, dan ruang kegiatan Ekskul Sahabat Fauna. Melalui presentasi interaktif, diskusi, dan pengenalan program kerja, siswa diajak melihat bagaimana kepedulian terhadap hewan dapat diwujudkan dalam kegiatan sekolah yang menyenangkan dan bertanggung jawab.

Rencana kegiatan

  • Pengenalan visi, keanggotaan, dan tata kegiatan ekskul.
  • Diskusi tentang kesejahteraan hewan dan kepedulian terhadap habitat.
  • Tanya jawab serta penjelasan cara bergabung.
Hasil yang diharapkan

Siswa memahami peran ekskul dan dapat memilih untuk terlibat sesuai minatnya.

Ilustrasi siswa belajar fauna memakai buku lapangan dan teropong di taman.
Edukasi

Pembelajaran Fauna

Belajar memahami kehidupan di sekitar kita.

Kegiatan belajar untuk mengenal keanekaragaman hewan, ciri-ciri, habitat, perilaku, serta perannya dalam ekosistem. Materi disampaikan melalui diskusi, bacaan, video pembelajaran, dan pengamatan sederhana. Anggota dilatih mencatat hasil pengamatan, membedakan fakta dengan dugaan, serta memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Rencana kegiatan

  • Pengenalan kelompok hewan dan fauna khas Sulawesi Utara.
  • Pengamatan fauna di lingkungan sekolah tanpa mengganggunya.
  • Penyusunan catatan, poster, dan presentasi hasil belajar.
Hasil yang diharapkan

Anggota memiliki pengetahuan dasar fauna dan keterampilan pengamatan yang bertanggung jawab.

Ilustrasi konsep taman edukasi hewan sekolah dengan kelinci di area teduh dan lapang.
Proyek sekolah

Pembuatan Zoo Mini di SMAN 9 Manado

Ruang belajar yang mengutamakan kesejahteraan hewan.

Rencana pengembangan ruang edukasi hewan berskala kecil di lingkungan sekolah untuk melatih kepedulian, tanggung jawab, dan kerja sama. Pelaksanaan didahului kajian kelayakan, persetujuan sekolah, kesiapan biaya perawatan, serta pendampingan tenaga yang kompeten. Pemilihan hewan dan desain fasilitas harus mengutamakan kebutuhan hewan, kebersihan, keamanan, dan keberlanjutan perawatan, termasuk saat libur sekolah.

Rencana kegiatan

  • Menyusun desain ruang, rencana pakan, sanitasi, dan perawatan.
  • Menyiapkan jadwal piket, pencatatan kondisi hewan, dan pendampingan guru.
  • Membuat papan edukasi serta aturan pengamatan yang aman.
Hasil yang diharapkan

Tersedianya rancangan ruang edukasi yang layak; pengadaan hewan hanya dilakukan setelah seluruh persyaratan terpenuhi.

Tidak mengambil satwa liar dari alam. Jika sarana belum layak, pembelajaran dapat dimulai dengan taman pengamatan fauna dan media edukasi.

Ilustrasi kunjungan siswa dengan pemandu ke pusat penyelamatan satwa tropis.
Kunjungan konservasi

Kunjungan ke Pusat Penangkaran Hewan Tasikoki

Belajar dari penyelamatan dan perawatan satwa.

Rencana kunjungan edukatif ke Tasikoki untuk mempelajari penyelamatan, rehabilitasi, dan kepedulian terhadap satwa. Tasikoki memperkenalkan diri sebagai pusat penyelamatan dan edukasi satwa; fokus pembelajaran diarahkan pada konservasi, bukan sekadar melihat hewan. Kunjungan dilaksanakan setelah berkoordinasi dengan pengelola dan mengikuti arahan pendamping di area yang diizinkan.

Rencana kegiatan

  • Mengikuti penjelasan pengelola tentang ancaman terhadap satwa.
  • Mengamati proses edukasi dan perawatan dari area kunjungan yang diizinkan.
  • Menyusun refleksi dan pesan kampanye perlindungan fauna.
Hasil yang diharapkan

Anggota memahami peran pusat penyelamatan dan terdorong menolak perdagangan satwa liar.

Tidak menyentuh atau memberi makan satwa tanpa arahan petugas.

Informasi kunjungan Tasikoki ↗

Ilustrasi siswa mengamati hutan bersama pemandu, dengan tarsius jauh dari pengunjung.
Pengamatan lapangan

Kunjungan ke Taman Wisata Alam Batu Putih, Bitung

Mengamati satwa dengan menghormati habitatnya.

Rencana pembelajaran lapangan di Taman Wisata Alam Batuputih, Bitung, untuk mengenal hubungan antara fauna, tumbuhan, dan habitat alaminya. Dengan pendampingan pemandu, anggota berlatih mengamati secara tenang, mencatat tanda-tanda keberadaan hewan, dan menjaga jarak aman. Satwa yang dapat diamati bergantung pada kondisi lapangan; perjumpaan dengan jenis tertentu tidak dijamin.

Rencana kegiatan

  • Pengarahan etika kunjungan dan keselamatan sebelum memasuki jalur.
  • Pengamatan habitat dan pencatatan fauna yang dijumpai.
  • Penyusunan laporan lapangan dan refleksi konservasi.
Hasil yang diharapkan

Anggota terlatih melakukan pengamatan alam tanpa merusak atau mengganggu habitat.

Ikuti jalur dan arahan pemandu; jangan memberi makan, mengejar, atau menyentuh satwa.

Ilustrasi edukasi bahari di laut tropis dengan terumbu karang, penyu dan peserta berpelampung.
Edukasi bahari

Kunjungan ke Bunaken

Mengenal laut dan menjaga kehidupan di dalamnya.

Rencana kegiatan untuk memperluas pengetahuan anggota tentang ekosistem pesisir dan laut, termasuk hubungan antara terumbu karang, ikan, dan organisme lainnya. Pembelajaran dapat dilakukan melalui pengarahan, pengamatan pesisir, dan kegiatan edukasi bersama pendamping. Aktivitas di air hanya dilaksanakan jika kondisi, izin, kemampuan peserta, dan pengawasan memenuhi kebutuhan keselamatan.

Rencana kegiatan

  • Diskusi tentang kehidupan laut dan dampak sampah terhadap ekosistem.
  • Pengamatan pesisir atau kegiatan di air yang didampingi sesuai kesiapan peserta.
  • Pembuatan media kampanye menjaga laut dan mengurangi sampah.
Hasil yang diharapkan

Anggota memahami tanggung jawab menjaga ekosistem laut melalui perilaku sehari-hari.

Gunakan perlengkapan keselamatan; jangan menginjak karang, mengambil biota, atau menyentuh satwa laut.

Siswa berseragam putih abu-abu menaiki tangga menuju gedung museum.
Budaya & pengetahuan

Kunjungan ke Museum Negeri Manado

Memahami alam melalui sejarah dan budaya.

Rencana kunjungan ke Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara di Manado untuk memperluas wawasan tentang sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat daerah. Anggota diajak menghubungkan pembelajaran fauna dengan pengetahuan lingkungan serta hubungan manusia dengan alam. Materi pengamatan disesuaikan dengan koleksi yang tersedia dan penjelasan petugas pada saat kunjungan.

Rencana kegiatan

  • Mengikuti tur edukasi sesuai pengaturan pihak museum.
  • Mencatat informasi dari koleksi dan penjelasan petugas.
  • Menyusun tulisan atau poster tentang keterkaitan budaya dan kepedulian terhadap alam.
Hasil yang diharapkan

Anggota memiliki wawasan lintas bidang serta menghargai warisan budaya Sulawesi Utara.

Patuhi aturan dokumentasi dan jangan menyentuh koleksi tanpa izin.

Profil Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara ↗

Ilustrasi persahabatan siswa saat rekreasi di pantai.
Kolaborasi

Persahabatan Sahabat Fauna

Bertumbuh bersama dalam kepedulian.

Program untuk mempererat hubungan antaranggota dan membangun jejaring dengan kelompok siswa, sekolah, atau komunitas yang memiliki kepedulian terhadap fauna. Kegiatan dirancang sebagai ruang rekreasi, saling menghargai, serta bekerja sama dalam aksi edukasi dan lingkungan. Setiap kolaborasi disesuaikan dengan kesepakatan para pihak dan pendampingan sekolah.

Rencana kegiatan

  • Pertemuan keakraban dan rekreasi antaranggota.
  • Pertukaran karya edukasi atau kunjungan persahabatan.
  • Kolaborasi kampanye fauna dan kegiatan lingkungan.
Hasil yang diharapkan

Terbangunnya rasa kebersamaan, keterampilan komunikasi, dan jejaring yang mendukung program ekskul.

Ilustrasi siswa berseragam putih abu-abu mengamati burung dengan teropong dan mencatat di hutan.
Pengamatan burung

Ekspedisi

Menjelajah alam, mengenal burung dan habitatnya.

Program penjelajahan edukatif untuk mengamati burung dan fauna di habitatnya. Anggota belajar menggunakan teropong, mengenali ciri burung, dan mencatat waktu, lokasi, serta perilaku yang terlihat. Kegiatan dilakukan berkelompok dengan pendamping, mengikuti jalur yang diizinkan dan menjaga ketenangan lingkungan.

Rencana kegiatan

  • Persiapan rute, perlengkapan, dan pengarahan keselamatan bersama pendamping.
  • Pengamatan burung dari jarak aman tanpa mengejar, memberi makan, atau mengganggu sarang.
  • Penyusunan jurnal lapangan, dokumentasi, dan diskusi hasil pengamatan.
Hasil yang diharapkan

Anggota mampu membuat catatan pengamatan dan memahami pentingnya menjaga habitat burung.

Pelaksanaan menyesuaikan izin, cuaca, dan kesiapan peserta. Jangan menangkap satwa atau mengambil telur dan sarang.

Ilustrasi tiga siswa berseragam putih abu-abu mengamati preparat dengan mikroskop dan mencatat hasil penelitian.
Riset siswa

Penelitian

Mengembangkan rasa ingin tahu melalui pengamatan ilmiah.

Program penelitian sederhana untuk melatih anggota merumuskan pertanyaan, melakukan pengamatan, mencatat data, dan menyusun kesimpulan berdasarkan bukti. Pembelajaran mencakup penggunaan mikroskop untuk mengamati preparat edukasi yang aman di bawah pendampingan guru. Anggota bekerja sama membandingkan hasil pengamatan dan menyampaikan temuan secara jujur.

Rencana kegiatan

  • Merumuskan pertanyaan penelitian dan menyusun langkah pengamatan bersama guru.
  • Mengamati preparat aman menggunakan mikroskop secara bergiliran serta menggambar atau mencatat hasilnya.
  • Mengolah catatan menjadi laporan, poster, atau presentasi penelitian.
Hasil yang diharapkan

Anggota mengenal metode ilmiah, penggunaan mikroskop, kerja sama, dan pelaporan hasil penelitian.

Gunakan bahan dan preparat yang disetujui guru; tidak melakukan percobaan yang menyakiti satwa atau menangani bahan berbahaya tanpa fasilitas dan pendampingan yang sesuai.

Ilustrasi siswa mengunjungi klinik hewan dan belajar bersama dokter hewan.
Kesehatan hewan

Kunjungan ke Klinik Hewan

Mengenal perawatan hewan langsung dari tenaga profesional.

Kunjungan edukatif ke klinik hewan untuk mengenal peran dokter hewan, pemeriksaan kesehatan, pencegahan penyakit, vaksinasi, serta perawatan hewan yang bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan setelah berkoordinasi dengan pihak klinik dan tanpa mengganggu pelayanan maupun kenyamanan pasien hewan.

Rencana kegiatan

  • Pengenalan fasilitas, profesi dokter hewan, dan etika berada di klinik.
  • Mengamati alur pemeriksaan atau perawatan yang diizinkan oleh pihak klinik.
  • Tanya jawab serta penyusunan laporan tentang kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Hasil yang diharapkan

Anggota memahami kebutuhan dasar kesehatan hewan dan mengenal profesi di bidang kedokteran hewan.

Jaga ketenangan dan privasi pemilik hewan; jangan menyentuh pasien, obat, atau peralatan tanpa izin.

Ilustrasi seminar konservasi bersama narasumber dan siswa Sahabat Fauna.
Seminar konservasi

Seminar dari WCS/BKSDA

Belajar konservasi langsung dari praktisi lapangan.

Seminar bersama narasumber dari Wildlife Conservation Society (WCS) untuk memperluas pemahaman mengenai keanekaragaman hayati, ancaman terhadap fauna, penelitian konservasi, dan peran masyarakat dalam menjaga alam. Materi serta jadwal disesuaikan melalui koordinasi dengan narasumber dan sekolah.

Rencana kegiatan

  • Pemaparan mengenai fauna Sulawesi, habitat, dan tantangan konservasi.
  • Pembahasan studi kasus serta profesi yang berkaitan dengan konservasi.
  • Sesi tanya jawab dan penyusunan rencana aksi sederhana oleh anggota.
Hasil yang diharapkan

Anggota memperoleh wawasan berbasis pengalaman lapangan dan mampu merancang tindakan konservasi yang realistis.

Pelaksanaan bergantung pada kesediaan narasumber dan persetujuan sekolah.

Ilustrasi siswa mendokumentasikan kegiatan dan menyiapkan publikasi Sahabat Fauna.
Media & komunikasi

Dokumentasi dan Publikasi

Merekam kegiatan dan menyampaikan pesan konservasi secara bertanggung jawab.

Program pengelolaan foto, video, tulisan, dan arsip kegiatan Sahabat Fauna untuk website serta media publikasi sekolah. Anggota belajar membuat informasi yang akurat, menarik, menghormati privasi, mencantumkan sumber, dan tidak menyebarkan lokasi sensitif satwa liar.

Rencana kegiatan

  • Pelatihan dasar fotografi, penulisan berita, penyuntingan, dan pencantuman sumber.
  • Pembagian tim dokumentasi pada setiap kegiatan dan pengelolaan arsip digital.
  • Penerbitan laporan, poster edukasi, video singkat, dan informasi pada website.
Hasil yang diharapkan

Tersedianya dokumentasi yang rapi dan publikasi edukatif yang memperluas dampak kegiatan ekskul.

Publikasi foto peserta memerlukan izin; hormati hak cipta, privasi, dan keamanan informasi fauna.

Ilustrasi siswa melakukan aksi konservasi dan edukasi bersama masyarakat.
Aksi nyata

Aksi Konservasi dan Edukasi Masyarakat

Mengubah pengetahuan menjadi tindakan yang bermanfaat.

Program aksi bersama di sekolah dan lingkungan sekitar untuk menjawab persoalan yang berkaitan dengan fauna serta habitatnya. Bentuk kegiatan dapat berupa kampanye kesejahteraan hewan, pembersihan habitat, pembuatan media edukasi, dan kolaborasi dengan masyarakat atau komunitas setempat.

Rencana kegiatan

  • Memetakan persoalan lingkungan yang dapat ditangani secara aman oleh siswa.
  • Melaksanakan kampanye edukasi, pembersihan lingkungan, atau pembuatan sarana informasi.
  • Mengevaluasi hasil kegiatan dan mempublikasikan laporan tindak lanjut.
Hasil yang diharapkan

Anggota memiliki pengalaman merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi aksi konservasi yang terukur.

Setiap kegiatan memerlukan izin, pendampingan, perlengkapan keselamatan, dan tidak melibatkan penanganan satwa liar secara langsung.